Looping
Ahh.. ini makin seru aja.
Cobain deh, klik tombol "Tampilkan Angka 1 - 5" di bawah ini !
Demo Algoritma Looping
Cara kerjanya sederhana.
Tampilkan angka 1 sampai 5 secara otomatis
Jika dilakukan secara sequential, kita harus menulis perintah tampilkan angka lima kali (bayangkan kalau harus menampilkan hingga angka 1000) "Waduh... banyak banget".
Tapi, dengan looping, cukup satu perintah pengulangan (looping) saja.
Isi kode program loopingnya seperti ini :
function tampilkanAngka() {
let output = "";
for (let i = 1; i <= 5; i++) {
output += i + "<br>";
}
document.getElementById("hasil").innerHTML = output;
}
Kalau di deskripsikan, alur kerjanya seperti ini :
- Program mengulang satu perintah
- Nilai i berubah otomatis
- Proses berhenti saat kondisi tidak terpenuhi
Inilah yang disebut dengan algoritma looping.
Di Balik Pengulangan
Temen-temen, bayangkan jika ada seorang guru yang mengulang materi pelajaran sampai siswa paham, sampai waktu habis, sampai target tercapai.
Guru ini tidak menulis ulang materi dari nol setiap kali, tapi Ia mengulang pola yang sama.
Komputer pun demikian. Jika komputer harus menampilkan data ratusan kali tanpa looping, pastinya akan boros kode, sulit dibaca dan sulit diperbaiki
Maka, looping hadir sebagai solusi efisiensi dan ketertiban dan membuat program.
Apa Itu Struktur Algoritma Looping?
Pelajaran sebelumnya telah kita pahami bersama, bahwa :
- Sequential → langkah berurutan
- Selection → langkah bercabang
Maka struktur berikutnya adalah struktur algoritma looping, yaitu struktur algoritma yang menjalankan satu atau beberapa langkah secara berulang selama kondisi tertentu terpenuhi.
Struktur algoritma looping selalu memiliki:
- Inisialisasi (awal perulangan)
- Kondisi (syarat pengulangan)
- Perubahan nilai (agar perulangan berhenti)
Catatan penting : Tanpa salah satu dari tiga ini, program bisa loop tanpa akhir.
Jenis Looping dalam Pemrograman
Dalam praktiknya, looping sering ditulis dalam bentuk program:
- for → jumlah perulangan sudah diketahui
- while → perulangan berdasarkan kondisi
- do–while → perulangan dijalankan minimal satu kali
Tentang ini, akan saya bahas terpisah yaa. Namun secara konsep, semuanya tetap berpijak pada logika pengulangan yang terkontrol.
Looping dalam Kehidupan Sehari-hari
Temen-temen, tanpa sadar sering kali kita menggunakan konsep looping. Cobah deh inget-inget, seperti kegiatan :
- Mengulang latihan soal sampai bisa;
- Menghafal sampai ingat;
- Mencoba sampai berhasil, dll
Looping mengajarkan bahwa keberhasilan sering kali bukan soal satu kali benar, tetapi konsistensi dalam mengulang proses yang tepat.
Belajar algoritma looping menanamkan nilai dalam diri kita, seperti:
- Ketekunan → tidak berhenti di percobaan pertama
- Kesabaran → proses diulang dengan sadar
- Disiplin logika → tahu kapan harus berhenti
Dalam konteks pendidikan, looping adalah simbol bahwa belajar adalah proses berulang, bukan sekali jadi.
Perbandingan Singkat Ketiga Struktur
Saya coba bandingkan, ciri utama dari sequential, selection dan looping.
| Struktur | Ciri Utama | | ---------- | ----------------------------- | | Sequential | Langkah lurus dan berurutan | | Selection | Langkah bergantung kondisi | | Looping | Langkah diulang dengan syarat |
Ketiganya jadi fondasi mutlak dalam semua algoritma.
Kesimpulan
Temen-temen, kalau saya tarik benang merah dari pelajaran yang sudah dilalui. Bisa diambil kesimpulan bahwa :
Jika
Sequential mengajarkan ketertiban
Selection mengajarkan pengambilan keputusan
Maka looping mengajarkan ketekunan dan efisiensi.
